UPT Pemasyarakatan se-Banua Anam Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2022

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH Bertempat di Ruang Aula Rutan Kelas IIB Barabai, UPT Pemasyarakatan se-Banua Anam (kawasan hulu sungai dan sekitarnya) melakukan Deklarasi Janji Kinerja, penandatanganan Janji Kinerja, dan Komitmen Bersama, dihadiri Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel Sri Yuwono, Sabtu (15/01/2021).

Juga hadir dalam kegiatan ini Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung Heru Yuswanto, Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai Dwi Hartono, Kepala Rutan Kelas IIB Rantau Andi Hasyim, Kepala Rutan Kelas IIB Barabai Gusti Iskandarsyah, Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Rommy Waskita P., dan Kepala Bapas Kelas II Amuntai Suwarso.

Kegiatan diawali dengan penandatangananan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama antara pejabat struktural dengan Kepala UPT Pemasyarakatan, dilanjutkan Kepala UPT Pemasyarakatan dengan Kadiv Pemasyarakatan, diikuti pembacaan Deklarasi Janji Kinerja yang dipimpin Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai Dwi Hartono.

Dalam sambutannya, Sri Yuwono meminta jajarannya dapat berkinerja baik sekaligus menjaga kondisi agar tetap aman, kondusif, dan memastikan program-program Kemenkumham dapat terealisasi dengan baik.

“Deklarasi Janji Kinerja bertujuan mengukuhkan komitmen seluruh pegawai, supaya bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, sekaligus dilakukan penandatanganan perjanjian kinerja sebagai alat kendali kinerja secara berjenjang, guna memastikan seluruh sasaran dan target dapat tercapai dengan baik dan berkualitas,” ucapnya.

Selanjutnya Sri Yuwono menjelaskan tema yang dipilih dalam menjalankan agenda dan program kerja Tahun 2022.

“Tema yang dipilih dalam menjalankan agenda dan program pada tahun ini adalah ‘Kita Tingkatkan Kinerja Kemenkumham Semakin PASTI dan Berakhlak Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional dan Reformasi Struktural’. Sehingga melalui Deklarasi Janji Kinerja, diharapkan kita semua menjadi Insan Pengayoman yang semakin baik dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Sri Yuwono juga berpesan agar semuanya memiliki persiapan dalam menghadapi situasi yang tidak bisa ditebak.

“Kesiapan menghadapi situasi kedaruratan dilakukan melalui penyusunan rencana dan langkah-langkah kontijensi, dalam rangka antisipasi dan mitigasi terhadap faktor risiko pelaksanaan tugas fungsi, dan menyikapi perkembangan situasi terkini seperti bencana alam, perubahan cuaca ekstrim, serta peristiwa menonjol,” jelasnya.

Menutup sambutan, Sri Yuwono mengimbau jajarannya untuk lebih fokus dalam melakukan publikasi kegiatan melalui media internal, media eksternal, ataupun media sosial.

“Publikasi kegiatan dilakukan dengan memaksimalkan teknologi informasi, di mana kegiatan dapat berupa testimoni dari Warga Binaan Pemasyarakatan yang mendapatkan asimilasi dan pelayanan yang telah diterima selama berada di Lapas atau Rutan, atau berupa layanan unggulan di masing-masing UPT untuk kemudian diunggah ke media official UPT, karena data dukung ini juga dibutuhkan dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi, dan jangan sampai pejabat struktural tidak paham dengan teknologi informasi,” pungkasnya.

Editor : Achmad MT