Komisi I Kaji Banding Kerja sama Luar Negeri ke Pemkot Surabaya

Komisi I,Wakil rakyat,DPRD Kalsel,rachmah,Norlias,Pan, Politisi,
Ketua komisi I DPRD Kalsel Hj Rachmah Norlias saat pimpin kunjungan kerja ke pemko Surabaya

JURNALKALIMANTAN COM, SURABAYA – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama Biro Pemerintahan, kunjungi Biro Hukum dan Kerja Sama Pemerintah Kota Surabaya, dalam rangka studi komparasi terkait pelaksanaan kerja sama luar negeri, kemarin.

Ketua Komisi I Hj. Rachmah Norlias atau yang kerap disapa Ibu Amah mengatakan, setelah beberapa kali dibanding dengan daerah-daerah lain, Surabaya sudah tumbuh pesat. Walaupun bukan provinsi, tapi menurutnya, dinilai sudah lebih dari provinsi.

“Ada beberapa hal yang kami dapatkan di Pemkot Surabaya ini, di mana ada 10 _memorandum of understanding_ (MoU) yang telah dilaksanakan di beberapa negara dan pemerintah, seperti Jepang, Taiwan, juga Liverpool (Inggris). Ada hal-hal menarik yang bisa kita perhatikan seperti kerja sama dengan Busan (Korea Selatan), Cina, dan Jepang. Jadi, mereka ini menekankan ke pendidikan karakter kurikulum dan pendidikan budaya, di mana mereka mengirim guru-guru sekolah untuk magang di daerah Busan selama satu bulan. Mudah-mudahan di Kalimantan selatan juga bisa,” ujar ibu Amah.

Lebih lanjut, politikus asal fraksi Partai Amanat Nasional ini mengatakan, kerja sama dari Jepang juga ada yang menarik perhatiannya, seperti pengomposan sampah rumahan.

“Ada juga satu kerja sama yang dilaksanakan dengan pemerintah Jepang, yaitu tentang pengelolaan sampah, di mana pengomposan dilakukan mulai rumah sendiri, baru nanti dikumpulkan menjadi satu titik,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Sama Pemkot Surabaya Djoenedie Dodiek S., menjelaskan metode Takakura pengomposan yang dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri.

“Pengomposan dengan metode Takakura ini sangat sederhana dan bisa diterapkan pada skala rumah tangga, termasuk di wilayah perkotaan yang terkendala persoalan lahan,” jelasnya.

Ditambahkannya, caranya adalah memasukkan sampah rumah tangga ke dalam keranjang khusus selama beberapa waktu. Bahan yang digunakan adalah keranjang, bisa terbuat dari plastik, bambu, atau bahan lain yang dindingnya berlubang sebagai sirkulasi udara. Kemudian bahan berikutnya adalah kardus yang besarnya sesuai dengan besar keranjang. Kardus berfungsi sebagai tempat proses pengomposan dan juga untuk menjaga kelembaban. Bahan lainnya adalah sekam, dedak, dan bio starter atau bakteri pengurai.

(YUNN/Achmad MT/rilishmsdprdkalsel)