‎Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan, Suripno Tekankan Kerukunan Beragama

Suasana sosialisasi wawasan kebangsaan Suripno sumas di kota Banjarmasin

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Ketua Fraksi PKS DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas, menggelar kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan dengan mengangkat tema kerukunan beragama bagi masyarakat Indonesia, di Banjarmasin, Ahad (25/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Suripno menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎Menurutnya, setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia harus berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

‎“Tema ini kami pilih karena Pancasila merupakan filosofi bangsa Indonesia. Setiap langkah kehidupan berbangsa dan bernegara wajib berpedoman pada sila-sila Pancasila,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi wawasan kebangsaan kali ini dikemas dalam bentuk tausiah keagamaan agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Tausiah tersebut disampaikan oleh narasumber, Ustaz Dr. Muhari, yang juga merupakan aparatur sipil negara di Pemerintah Kabupaten Banjar serta aktif di lingkungan pondok pesantren.

Suripno berharap kegiatan ini mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan toleransi antar umat beragama.

‎“Kami berharap melalui kegiatan ini, wawasan kebangsaan dan keagamaan masyarakat semakin meningkat, terutama dalam menjaga toleransi, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terpelihara,” katanya.

‎Sementara itu, Ustaz Dr. Muhari dalam tausiahnya menekankan bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia terletak pada keberagaman yang dipersatukan oleh Pancasila.

‎“Tidak banyak negara yang memiliki keberagaman seperti Indonesia, namun tetap bisa bersatu. Itu karena kita memiliki dasar negara Pancasila,” jelasnya.

‎Ia juga menguraikan beberapa langkah penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, di antaranya memperkuat toleransi antar umat beragama, memelihara kebersamaan, serta menjaga akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.

‎Menurutnya, masyarakat juga perlu lebih bijak dalam menyikapi informasi, terutama di era digital saat ini, dengan tidak mudah percaya pada hoaks, tidak saling bermusuhan, serta tidak mudah terpancing emosi.

‎“Pada dasarnya, ini adalah upaya menggali etos kebersamaan melalui pendekatan keagamaan, agar nilai-nilai kebangsaan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (YUN)