JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Menyambut Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan diimbau tetap tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan, khususnya daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Berdasarkan laporan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak), Kalimantan Selatan berada dalam kondisi surplus untuk komoditas tersebut sehingga stok dinyatakan aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Suripno Sumas, mengatakan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena harga dan pasokan masih terkendali.
“Stok aman dan harga dalam kendali. Masyarakat tidak perlu panic buying. Mari sambut Ramadan dengan tenang,” ujarnya di Banjarmasin, Jum’at (20/2/2026).
Produksi daging ayam broiler Kalimantan Selatan pada 2025 mencapai 123,33 juta kilogram, sementara kebutuhan lokal sekitar 52,65 juta kilogram atau 43 persen dari total produksi. Kondisi ini menegaskan Kalsel sebagai daerah surplus ayam pedaging.
Pada komoditas telur ayam ras, produksi mencapai 114,01 juta kilogram dengan kebutuhan sekitar 50 juta kilogram, sehingga pasokan telur dipastikan aman dan berlebih.
Ketahanan Produksi Terjaga
Distribusi bibit ayam (DOC) Januari 2026 tercatat 8,21 juta ekor broiler, dengan 84 persen terserap di dalam daerah.
Sementara DOC layer sebanyak 127.500 ekor seluruhnya dialokasikan untuk kebutuhan lokal. Hal ini menunjukkan kesinambungan produksi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Penyangga Pangan Regional
Selain mencukupi kebutuhan sendiri, Kalimantan Selatan juga menyuplai ayam dan telur ke provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Untuk menjaga stabilitas stok dan harga, pemerintah provinsi melakukan monitoring lapangan, pengawasan peternakan, kolaborasi dengan pelaku industri, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Suripno mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara wajar, tidak panic buying, dan memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial.
“Dengan pengawasan yang ketat, Ramadan dan Idul Fitri dapat dijalani dengan aman dan nyaman,” tutupnya. (YUN)














