JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Warga Kelurahan Pemurus Dalam kembali menggelar gotong royong rutin guna menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah RT 8 dan RT 9, Jalan A. Yani Km 5,7, Komplek Banjar Indah Permai, Banjarmasin Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Lurah Pemurus Dalam, Shelleya Dessesta, dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari LPMK, tiga Ketua RW, 25 Ketua RT, agen 3R, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga karyawan Rattan Inn. Aksi bersih-bersih ini juga mendapat dukungan dari Pasukan Turbo.
Gotong royong difokuskan pada pembersihan gorong-gorong yang mengalami penumpukan sedimen dan sampah, yang berpotensi menyebabkan genangan air saat musim hujan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah antisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah musim pancaroba.

Warga secara bersama-sama mengangkat sampah dan endapan dari saluran air, kemudian mengumpulkannya untuk dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). Masyarakat juga diimbau untuk mulai memilah sampah dari rumah guna mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS.
Shelleya Dessesta mengatakan, kegiatan gotong royong ini akan terus dijadwalkan secara berkala dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami harapkan setiap bulan ada RT yang melaksanakan kegiatan gotong royong, baik secara mandiri maupun gabungan dengan dukungan RW setempat,” ujarnya.
Ia menegaskan, partisipasi aktif warga sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
“Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama menjaga kebersihan lingkungan rumah agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” katanya.
Selain itu, pihak kelurahan juga mendorong warga untuk mulai memilah sampah dari rumah.
“Sampah yang masuk ke TPS diharapkan hanya residu, sehingga pengelolaan sampah bisa lebih efektif,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kelurahan Pemurus Dalam berharap dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
(JD)














