JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia menganugerahkan The Game Changer Award kepada atlet, pelatih, federasi, dan tokoh olahraga nasional dalam Rapat Anggota yang digelar di Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, belum lama tadi.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dampak nyata para insan olahraga dalam mendorong kemajuan prestasi Indonesia di tingkat internasional.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya berfokus pada capaian prestasi, tetapi juga peran dalam membangun ekosistem olahraga nasional.
“Ini bukan hanya tentang medali, tetapi tentang dedikasi, konsistensi, dan keberanian untuk mengubah keadaan,” ujarnya.
Penghargaan diberikan dalam 10 kategori, mulai dari atlet, pelatih, tim, hingga federasi dan tokoh olahraga.
Sejumlah penerima penghargaan di antaranya Safira Dwi Meilanie sebagai Atlet Terbaik Bela Diri, Janice Tjen sebagai Atlet Terbaik Olahraga Permainan, Diananda Choirunisa untuk kategori olahraga akurasi, serta Martina Ayu Pratiwi pada kategori olahraga terukur.
Di sektor kepelatihan, penghargaan Pelatih Terbaik diraih Muhammad Dhaarma Raj, sementara Basral Graito Utomo dinobatkan sebagai The Rising Star.
Adapun penghargaan tertinggi Best of the Best diberikan kepada Rizki Juniansyah atas prestasi dan kontribusinya bagi olahraga nasional.
“Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Rizki.
Pada kategori tim, Tim Futsal Putra Indonesia dinobatkan sebagai Tim Terbaik, sementara PB PABSI meraih penghargaan Federasi Nasional Terbaik.
Sementara itu, penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada almarhum Bob Hasan atas dedikasinya terhadap perkembangan olahraga nasional.
Proses penilaian dilakukan oleh panelis independen yang terdiri dari unsur NOC Indonesia dan jurnalis senior, dengan mempertimbangkan prestasi, kontribusi, serta nilai-nilai Olympism seperti excellence, friendship, dan respect. (Viz)













