Iduladha 1447 H, Warga Diajak Jadikan Kurban Sarana Perkuat Kepedulian Sosial

Wali Kota Banjarmasin (depan) saat menyampaikan sambutan pada pelaksanaan salay Iduladha di Masjid Agung Miftahul Ihsan, Rabu (27/5). (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimaknai sebagai ajakan memperkuat kepedulian sosial dan empati terhadap sesama. Pesan tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Agung Miftahul Ihsan Banjarmasin, yang dihadiri Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, Rabu (27/5/2026).

Sejak pagi, ribuan jemaah tampak memadati kawasan masjid untuk melaksanakan salat Iduladha.

Dalam sambutannya, Muhammad Yamin HR menyampaikan bahwa Hari Raya Kurban selalu menghadirkan makna mendalam bagi umat Islam, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga momentum memperkuat keikhlasan dan persaudaraan.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan keikhlasan lahir dan batin.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Banjarmasin H. Saipudin yang bertindak sebagai khatib mengingatkan pentingnya menjadikan Iduladha sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, termasuk melalui penguatan rasa empati dan kepedulian sosial.

Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi orang lain.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya mengutip sabda Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Saipudin juga mengingatkan umat Muslim yang memiliki kemampuan finansial agar melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”

Menurutnya, Iduladha tidak semestinya dimaknai sebatas ritual salat dan gema takbir, melainkan juga momentum memperkuat hubungan antarsesama (hablum minannas).

“Melalui pembagian daging kurban, umat Islam diajarkan untuk mengasah rasa empati terhadap sesama yang kurang beruntung serta mempererat tali persaudaraan melalui semangat berbagi rezeki. Inilah bentuk kepatuhan dan wujud syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.

Ia berharap, semangat kurban mampu mengikis sekat-sekat sosial di tengah masyarakat sehingga tercipta kebersamaan dan solidaritas yang semakin kuat.

(Ih/Ang)