JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin sekaligus Bunda PAUD Hj. Neli Listriani, menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan literasi bagi anak-anak di Taman Edukasi Jahri Saleh, Ahad (14/6/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan minat baca anak sejak usia dini. Edukasi dilaksanakan bekerja sama dengan puskesmas, dokter gigi dari Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), Bunda Literasi, serta Bunda PAUD dari lima kecamatan dan 52 kelurahan di Kota Banjarmasin.
Hj. Neli Listriani mengatakan, edukasi kesehatan difokuskan pada pengenalan cara menyikat gigi dan mencuci tangan yang baik dan benar. Menurutnya, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan positif bagi anak-anak.
Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menghilangkan rasa takut anak-anak untuk melakukan pemeriksaan gigi ke tenaga kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak tidak hanya menerima materi edukasi, tetapi juga menjalani pemeriksaan kesehatan gigi guna mendeteksi kondisi gigi sejak dini serta mengikuti praktik menyikat gigi bersama. Sebagai bentuk dukungan, pihak RSGM turut membagikan sikat gigi kepada seluruh peserta.
Di sisi lain, kegiatan literasi juga menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Melalui program mendongeng yang melibatkan Bunda Literasi dan Bunda PAUD se-Kota Banjarmasin, anak-anak diajak mengenal berbagai cerita edukatif guna meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan minat baca.
“Anak-anak yang berkunjung ke Taman Edukasi Jahri Saleh dapat meningkatkan minat baca dan literasinya melalui kegiatan mendongeng yang kami laksanakan bersama,” kata Neli.
Untuk mendukung program literasi, Mobil Pintar turut dihadirkan dengan menyediakan berbagai buku bacaan dan cerita anak. Selama ini, Mobil Pintar aktif berkeliling ke sekolah-sekolah PAUD di Kota Banjarmasin pada hari kerja sebagai upaya membangun budaya membaca sejak usia dini.
Lebih lanjut, Neli menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkenalkan kembali Taman Edukasi Jahri Saleh kepada masyarakat. Taman edukasi tersebut sebelumnya vakum selama kurang lebih satu dekade, sebelum akhirnya direnovasi dan kembali dibuka untuk umum.
Ia berharap keberadaan taman tersebut dapat menjadi ruang belajar sekaligus bermain yang edukatif bagi anak-anak, khususnya selama masa liburan sekolah.
“Harapannya semakin banyak anak-anak yang berkunjung ke Taman Edukasi Jahri Saleh sehingga mereka dapat belajar, bermain, dan memperoleh pengalaman yang bermanfaat selama masa liburan sekolah,” pungkasnya.
(Adv/Ih)













