PSSI–ILO Kampanyekan “Red Card to Child Labour” di SUGBK

Kampanye gerakan global “Red Card to Child Labour”. (Foto: pssi.org)

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi menggandeng International Labour Organization (ILO) untuk mengampanyekan gerakan global “Red Card to Child Labour”.

Kampanye tersebut digelar di sela pertandingan Indonesia melawan Mozambik dalam ajang Garuda Championship Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, belum lama tadi yang disaksikan hampir 30 ribu penonton.

Aksi ini sekaligus memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak yang jatuh setiap 12 Juni.

Pesan kampanye ditampilkan melalui layar stadion, pembacaan manifesto oleh announcer, hingga aksi maskot Timnas Indonesia yang membawa spanduk bertuliskan “Red Card to Child Labour”.

Gerakan ini pertama kali diinisiasi ILO pada 2002 dengan mengadopsi simbol kartu merah sebagai tanda penolakan terhadap pekerja anak. Setahun kemudian, kampanye ini diperkuat melalui kemitraan dengan FIFA.

Melalui kolaborasi ini, PSSI menargetkan peningkatan kesadaran publik terhadap praktik pekerja anak yang masih terjadi di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan sektor informal.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung penghapusan pekerja anak.

“Keikutsertaan kami dalam kampanye ini merupakan bentuk komitmen nyata PSSI untuk masa depan anak-anak Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menambahkan bahwa simbol kartu merah memiliki makna kuat dalam menghentikan pelanggaran.

“Setiap anak berhak untuk belajar, bermain, dan tumbuh tanpa eksploitasi,” katanya.

Melalui langkah ini, PSSI menjadi federasi sepak bola kelima di dunia yang secara resmi terlibat dalam kampanye global tersebut. (Viz)