JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pengembangan Sistem Informasi Pengawasan dan Evaluasi Kinerja Multi-Sektor (SADIT). Inovasi ini menghadirkan dasbor terintegrasi yang memudahkan pimpinan memantau kinerja kepegawaian, perencanaan, hingga keuangan dalam satu platform.
Sekretaris Dinas Pendidikan HST, Salihin, mengatakan SADIT menjadi instrumen penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data. Melalui sistem ini, berbagai informasi strategis dapat dipantau secara real time tanpa harus menghimpun data secara manual dari masing-masing bidang.
“Melalui SADIT, pimpinan dapat memonitor berbagai aspek penting mulai dari kedisiplinan pegawai, progres program, pengelolaan administrasi, hingga realisasi anggaran dalam satu dasbor. Hal ini membuat proses evaluasi dan pengambilan kebijakan menjadi lebih efektif dan efisien,” ujar Salihin, Rabu (15/7/2026) di Aula Yuda Lalana

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan SADIT adalah Executive Dashboard yang menampilkan ringkasan kondisi organisasi, mulai dari tingkat kehadiran pegawai, perkembangan kegiatan, penyerapan anggaran, hingga sistem peringatan dini (executive alerts) apabila ditemukan keterlambatan kegiatan maupun rendahnya tingkat kehadiran pegawai.
Selain itu, sistem juga dilengkapi fitur early warning system kepegawaian yang secara otomatis mendeteksi pegawai yang mendekati masa kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, maupun batas usia pensiun sehingga proses administrasi dapat dipersiapkan lebih awal.
Di bidang pelayanan administrasi, SADIT mengintegrasikan pengelolaan arsip surat dan buku tamu Unit Layanan Terpadu (ULT) secara digital. Melalui fitur ini, pimpinan dapat memantau volume pelayanan, tren kunjungan masyarakat, hingga memperoleh rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
Sementara pada aspek perencanaan dan keuangan, aplikasi menyajikan pemantauan indikator kinerja utama (IKU), analisis alokasi anggaran, perkembangan realisasi belanja, hingga pelacakan dokumen SPM dan SP2D. Informasi tersebut membantu memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target sekaligus mendukung akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Salihin berharap inovasi SADIT mampu memperkuat budaya kerja yang transparan, akuntabel, dan responsif di lingkungan Dinas Pendidikan HST sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.
“Dengan sistem yang terintegrasi, kami ingin memastikan setiap kebijakan didasarkan pada data yang akurat. Harapannya, efektivitas pengawasan meningkat dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat dapat terus dioptimalkan,” tutupnya.
(Rz)













