JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO TIMUR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Barito Timur melakukan pembinaan dan penilaian Desa Literasi di Desa Tangkan, Kecamatan Awang, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan Desa Tangkan untuk mewakili Kabupaten Barito Timur, pada ajang pemilihan Desa Literasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPK Kabupaten Barito Timur, Ari Panan P. Lelo, mengatakan, Desa Tangkan dipilih setelah dinilai memenuhi sejumlah indikator utama dalam pengembangan budaya literasi di tingkat desa.
Menurutnya, penilaian mencakup lima aspek utama, yakni keberadaan perpustakaan desa berbasis Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang aktif, pelaksanaan kegiatan literasi secara rutin, ketersediaan sumber daya manusia pegiat literasi, dukungan pendanaan melalui APBDes, serta berbagai inovasi literasi yang melibatkan masyarakat.
“Program ini merupakan bagian dari program nasional untuk mendorong desa menjadi lebih maju melalui budaya membaca. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga untuk memetakan, membina, sekaligus memberikan apresiasi kepada desa-desa yang telah berhasil membangun ekosistem literasi,” ujar Ari.
Ia menjelaskan, kegiatan pembinaan diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga budaya literasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Ari, perpustakaan desa tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku, tetapi harus berkembang menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui pembinaan ini kami ingin memperkuat peran perpustakaan desa agar menjadi ruang belajar bersama, mendorong masyarakat lebih gemar membaca, serta mampu mengakses informasi yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup,” katanya.
Ia menambahkan, desa yang memiliki budaya literasi kuat akan lebih siap menghadapi berbagai program pembangunan, seperti digitalisasi UMKM, pertanian modern, peningkatan pelayanan kesehatan, hingga transformasi digital karena masyarakatnya memiliki kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi.
Ari berharap Desa Tangkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Barito Timur dalam membangun gerakan literasi berbasis masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Plt. Sekretaris DPK Kabupaten Barito Timur sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca, Ernawaty, mengatakan Desa Tangkan diharapkan mampu bersaing pada ajang Desa Literasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah hingga melaju ke tingkat nasional.
“Kami berharap Desa Tangkan dapat menunjukkan berbagai praktik baik yang telah dilakukan sehingga mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan melaju hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Dalam rangkaian pembinaan tersebut, DPK juga menghadirkan sejumlah narasumber untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan pegiat literasi.
Duta Baca Umum Kabupaten Barito Timur, Erika Philip, memberikan materi “Learn Simple English” yang membahas keterampilan komunikasi dasar dalam bahasa Inggris. Selanjutnya, Imanuel Fransisco menyampaikan materi mengenai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sementara Lili Priani memaparkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Desa Literasi sebagai pedoman pelaksanaan program di tingkat desa.
Melalui pembinaan ini, DPK Kabupaten Barito Timur optimistis Desa Tangkan mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan ekosistem literasi yang telah dibangun, sehingga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mewujudkan masyarakat yang gemar membaca, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
(Adv/Mc Bartim)













