Inflasi Banjarmasin Naik Jadi 4,96 Persen, Harga Emas dan BBM Jadi Pemicu

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin Taufik Rifani, saat membuka kegiatan Sosialisasi Belanja Bijak, di Rumah Kemasan, Selasa (13/10). (Foto: Ih)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Angka inflasi di Kota Banjarmasin meningkat menjadi 4,96 persen, dari periode sebelumnya sebesar 4,74 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi tingginya harga emas dan bahan bakar minyak.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin Taufik Rifani mengungkapkan, emas menjadi salah satu komoditas yang cukup kuat mendorong inflasi. Hal ini seiring tingginya minat dan daya beli masyarakat terhadap emas di Kota Seribu Sungai.

“Bukan hanya Kalimantan Selatan, dari Kalimantan Tengah juga banyak yang membeli emas di Banjarmasin, itu turut mempengaruhi,” ujarnya di rumah Kemasan Kota Banjarmasin, Selasa (13/10/2026).

Selain itu, harga BBM juga memberikan andil terhadap kenaikan inflasi. Taufik mengakui, pergerakan harga kedua komoditas tersebut tidak sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah daerah.

Meski demikian, Pemkot terus berupaya menekan inflasi melalui pengendalian harga komoditas lain dan menjaga kelancaran distribusi barang.

“Bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengamankan rantai pasok,” katanya.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai. Menurut Taufik, harga cabai turut dipengaruhi kondisi alam, terutama musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan pasokan.

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Banjarmasin, tetapi juga secara nasional,” tuturnya.

Di sisi lain, komoditas ikan haruan atau gabus saat ini dinilai relatif terkendali. Bahkan, komoditas tersebut turut menjadi salah satu faktor yang menahan laju inflasi di Banjarmasin.

“Karena musim kemarau juga, haruan komoditasnya menjadi banyak,” ujar Taufik.

Selain itu, pihaknya juga terus berupaya menjaga daya beli masyarakat, salah satunya melalui pasar murah yang turus digelar, hingga sosialisasi belanja bijak agar harga berbagai komoditas tetap terkendali.

(Ih/Ahmad M)