Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial, Dispersip Kalsel Bekali Kader Posyandu dan PKK Tabalong Keterampilan

Dispersip Kalsel Bekali Kader Posyandu dan PKK Tabalong Keterampilan.

JURNALKALIMANTAN.COM, TABALONG – Perpustakaan didorong tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan meningkatkan peluang ekonomi keluarga.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dispersip Kabupaten Tabalong, di Perpustakaan Dispersip Tabalong, pada pertengahan Oktober 2026.

Kegiatan ini diikuti puluhan kader Posyandu dan Tim Penggerak PKK desa se-Kabupaten Tabalong. Salah satu materi praktik yang diberikan ialah keterampilan merangkai buket bunga sebagai bekal untuk mengembangkan usaha kreatif.

Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua TP-PKK Tabalong Hj. Desi Suryanti, Ketua GOW Tabalong Nur Dewi Julianti, Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni, serta Kepala Dispersip Tabalong Norhayati.

Ketua TP-PKK Hj. Fathul Jannah saat membuka kegiatan.

Dalam sambutannya, Fathul Jannah mengapresiasi peran kader Posyandu dan PKK yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Menurutnya, kapasitas para kader perlu terus diperkuat melalui pemanfaatan literasi yang terhubung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari kesehatan keluarga hingga pengembangan usaha.

Ia pun mendorong integrasi layanan Posyandu dengan perpustakaan agar masyarakat semakin mudah mengakses bahan bacaan dan informasi yang bermanfaat.

“Perpustakaan desa harus hadir sebagai ruang hidup yang bermanfaat nyata bagi warga, menjadi tempat petani mencari informasi, ibu-ibu belajar berwirausaha, dan anak-anak menumbuhkan minat membaca. Anak yang sehat dan gemar membaca adalah modal terbesar kita untuk masa depan,” ujar Fathul Jannah melalui siaran pers Dispersip Kalsel.

Ia juga mengusulkan penyediaan sudut baca di area pelayanan Posyandu. Dengan fasilitas tersebut, kader dan masyarakat dapat memanfaatkan waktu menunggu antrean untuk membaca buku maupun memperoleh informasi yang mendukung kehidupan keluarga.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni menekankan pentingnya membangun budaya membaca sejak lingkungan keluarga.

Ia mengimbau para kader untuk mengajak para ibu membiasakan membaca bersama anak serta mendampingi penggunaan gawai agar memberikan manfaat positif bagi tumbuh kembang mereka.

Selain penguatan budaya baca, Dispersip Kalsel juga mengalokasikan bantuan 1.000 eksemplar buku dari pemerintah pusat untuk 30 perpustakaan desa di Tabalong. Bantuan tersebut diharapkan memperkaya koleksi bacaan dan memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.

Kepala Dispersip Tabalong Norhayati menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berkomitmen mendorong peningkatan literasi anak sekaligus pengembangan keterampilan wirausaha bagi para ibu.

Melalui pelatihan berbasis inklusi sosial ini, pengetahuan yang diperoleh dari bahan bacaan diharapkan dapat diterapkan menjadi keterampilan produktif. Praktik merangkai buket bunga menjadi salah satu contoh bagaimana perpustakaan dapat berkontribusi dalam membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Program tersebut sekaligus memperluas peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat yang tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mendukung kemandirian dan kesejahteraan keluarga.

(Rilis/Ang)