JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Abdul Aziz Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), terus mempercepat pembangunan ruang CT Scan. Hingga Selasa (3/11/2026), progres pengerjaan fasilitas tersebut telah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung sesuai jadwal.
Kehadiran layanan CT Scan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi kebutuhan pasien untuk dirujuk ke rumah sakit di Banjarmasin, terutama bagi penderita stroke dan korban kecelakaan yang membutuhkan pemeriksaan cepat.
Pembangunan ruang CT Scan tersebut menelan anggaran Rp744.786.236 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026.
Pengerjaannya dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dengan pengawasan serta pendampingan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Kasubbag Hukum, Humas, dan Organisasi RSUD H. Abdul Aziz, Al Pirrahman, mengatakan pembangunan ruangan telah berjalan sesuai perencanaan. Pihak Kemenkes juga secara berkala memantau perkembangan pekerjaan melalui pertemuan daring.
“Terkait bangunan sudah sesuai RAB. Dan kami selalu dipantau Kemenkes dalam pelaksanaan bangunan CT Scan tersebut. Kemenkes secara berkala selalu memantau kami via Zoom,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konstruksi ruangan dirancang dengan memperhatikan standar proteksi radiasi. Bagian utama yang akan menjadi lokasi penempatan alat CT Scan menggunakan material bata merah dan nantinya dilapisi timbal khusus oleh tim Kemenkes.
“Sesuai arahan Kemenkes, kalau spek ruangan tidak sesuai RS kita tidak akan mendapat alat tersebut,” jelasnya.
Proyek dengan Nomor Kontrak 445/017/RSUD/VI/2026 tersebut dikerjakan CV ASLAND II. Masa pelaksanaannya berlangsung mulai 30 Juni hingga 26 November 2026.
“Sekitar 80 persen dan insyaallah tepat waktu target penyelesaiannya,” tambah Al Pirrahman.
Direktur RSUD H. Abdul Aziz Marabahan, Maulida Fathia, SKM, MPH, menyambut baik pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, layanan CT Scan sangat dibutuhkan untuk mendukung pemeriksaan dan penanganan pasien, khususnya penderita stroke dan korban kecelakaan.
Selama ini, pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan harus dirujuk ke rumah sakit di Banjarmasin. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, pemeriksaan diharapkan dapat dilakukan langsung di Marabahan.
“Harapan kami agar masyarakat Barito Kuala tidak perlu lagi dirujuk ke Rumah Sakit di Banjarmasin untuk mendapatkan pelayanan CT Scan, sehingga pasien stroke dan kecelakaan dapat didiagnosis dan ditangani lebih cepat,” ungkap Maulida.
Ia menegaskan, kecepatan diagnosis menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan pasien stroke sehingga keberadaan fasilitas CT Scan akan sangat membantu meningkatkan pelayanan rumah sakit.
“Kami mohon doanya semoga pelayanan di RS H. Abdul Aziz Marabahan jadi lebih baik lagi dalam menangani permasalahan kesehatan terutama terkait penanganan stroke di Kabupaten Barito Kuala,” pungkasnya.
Dengan hadirnya layanan CT Scan nantinya, masyarakat Barito Kuala diharapkan dapat memperoleh pemeriksaan penunjang medis yang lebih mudah dijangkau. Selain mempercepat proses diagnosis, fasilitas ini juga diharapkan mendukung penanganan pasien secara lebih tepat tanpa harus menempuh perjalanan ke luar daerah.
(Alibana/Ang)













