JURNALKALIMANTAN.COM, BALANGAN – Kehadiran aparatur pemerintah di pasar tradisional kini didorong menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui program Belanja Cil (Bela Pedagang Kecil), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga non-ASN untuk rutin berbelanja di pasar lokal.
Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi pasar tradisional di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin bergeser ke platform daring.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Balangan, Hj. Herlina, mengatakan Belanja Cil dirancang untuk membantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil sekaligus menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pasar-pasar tradisional.
“Belanja Cil ini merupakan program pemerintah daerah untuk memajukan pelaku usaha di pasar-pasar Kabupaten Balangan. Harapannya, roda perekonomian semakin bergerak dengan kehadiran para pegawai,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Menurut Herlina, program tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan mekanisme pelaporan berjenjang. Meski demikian, pemerintah tidak menetapkan target nominal belanja bagi setiap pegawai karena disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Program ini juga sejalan dengan harapan Bupati Balangan agar penghasilan pegawai, termasuk mereka yang berasal dari luar daerah, dapat turut dibelanjakan di wilayah setempat.
Dengan demikian, perputaran uang tidak hanya terpusat pada sektor tertentu, tetapi juga menjangkau pedagang kecil dan pelaku usaha di pasar tradisional.
Dampak positif program tersebut mulai dirasakan para pedagang. Cahaya, salah seorang pedagang makanan ringan di Pasar Paringin, mengaku aktivitas transaksi di kiosnya mengalami peningkatan sejak adanya gerakan belanja yang melibatkan pegawai pemerintah.
“Alhamdulillah, omzet lumayan meningkat. Biasanya pasar sangat sepi, tetapi sejak ada pegawai yang diarahkan berbelanja ke pasar, mulai banyak barang yang laku,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, pembelian yang dilakukan para pegawai di lapaknya berkisar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu dalam setiap transaksi.
Meski nominalnya tidak terlalu besar, tambahan pembeli tersebut cukup membantu meningkatkan penjualan, terutama ketika aktivitas pasar sedang sepi.
Cahaya berharap program Belanja Cil dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap bulan. Menurutnya, keberadaan pembeli tambahan sangat berarti bagi pedagang kecil yang harus bersaing dengan kemudahan berbelanja melalui toko daring.
“Harapannya kegiatan ini terus berlanjut setiap bulan agar pedagang terbantu dan pasar tradisional tetap hidup,” pungkasnya.
Melalui Belanja Cil, Pemkab Balangan berharap keterlibatan pegawai pemerintah dapat menjadi stimulus bagi aktivitas ekonomi lokal. Gerakan sederhana berbelanja di pasar tradisional diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan usaha pedagang kecil.
(Fzn/Ang)













