Acil Odah Bekali Penyuluh Perikanan untuk Pencegahan Stunting

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Rapat Koordinasi Penyuluh Perikanan se-Kalsel, di salah satu hotel di Banjarbaru, Kamis (20/6/2024).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Raudhatul Jannah (Acil Odah), yang juga Pembina Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan). Rakor kali ini mengusung tema “Sinergisitas Kementerian, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dalam Rangka Optimalisasi Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan Melalui Dukungan Penyuluh Perikanan”.

Dalam sambutannya, Kepala Dislautkan Rusdi Hartono menyampaikan, kehadiran peserta Rakor kali ini sangat penting dan strategis, karena bidang kelautan dan perikanan membutuhkan koordinasi dan konsolidasi yang terarah, terkendali, dan efektif.

“Demi terwujudnya rencana pembangunan kelautan dan perikanan yang lebih matang,” ujarnya.

Selain itu, Rusdi juga mengucapkan terima kasih kepada penyuluh perikanan dan Dinas Perikanan kabupaten/kota yang terus melakukan berbagai upaya dan inovasi, untuk meningkatkan sektor kelautan dan perikanan.

“Rakor ini juga untuk mendapatkan informasi perkembangan tentang perikanan yang berdaya saing di era pasar global, serta mampu memotivasi penyuluh perikanan untuk berinovasi, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan di bidang perikanan,” jelasnya.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh jajaran kelautan dan perikanan, agar sektor kelautan dan perikanan menjadi bagian sinergitas peningkatan kualitas daya saing daerah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Kalsel,” sambungnya.

Rusdi juga berpesan kepada seluruh jajaran kelautan dan perikanan agar dapat menyampaikan ide, gagasan, saran, dan masukan terbaik, demi kesempurnaan perencanaan pembangunan perikanan.

Kepala dislautkan Kalsel Rusdi Hartono dampingi Ketua PKK Kalsel hj Raudatul Jannah saat diwawancarai wartawan di Banjarmasin

Selanjutnya pada kesempatan ini, Acil Odah memberikan pembekalan terhadap para penyuluh perikanan se-Kalimantan Selatan. Menurutnya, keberadaan penyuluh yang memiliki pengetahuan tentang dunia perikanan dan sangat dekat dengan masyarakat, dapat menjembatani pemberian informasi program perikanan.

Ia juga menegaskan, saat ini Kalsel sudah dapat meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. Oleh karena itu harapnya, dengan tingginya Angka Konsumsi Ikan (AKI) bisa makin menurunkan kasus tengkes di Kalsel.

“Jika masyarakat terus diberikan edukasi dan sosialisasi terkait pengolahan cara memasak ikan yang benar, akan berdampak pada angka stunting dan kualitas sumber daya manusia mendatang,” pungkasnya.

(Saprian/Achmad MT)