Berkreasi dan Pantang Menyerah, 3 Pemuda Murakata Ini Raih Jutaan Rupiah Lewat Usaha Minuman

Minuman Zabasa Barabai

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Berbagai jenis usaha pada masa pandemi Covid-19 turut terdampak dan mengalami penurunan omzet. Para pelaku usaha pun dituntut kreatif dalam beradaptasi di situasi ini, seperti selektif mempertimbangkan berbagai hal, untuk meminimalisir kerugian, termasuk mengarahkan target pasar agar bisa tepat sasaran.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pemilik usaha “Minuman Zabasa”, yang kini telah memiliki 10 outlet di berbagai daerah, menceritakan bagaimana ia dan rekannya mengembangkan usaha tersebut di tengah situasi sulit.

Advertisement

Salah seorang pemilik Minuman Zabasa Muhammad Rizali Rahman (27) menceritakan, bahwa ia dan dua rekannya Muhammad Syarif (29) dan Muhammad Herman (28), awalnya hanya sekadar coba-coba. Namun karena melihat peluang dan tingginya minat masyarakat HST terhadap minuman, membuat mereka menekuni usaha tersebut secara serius.

“Setelah melihat peluang itu, kami bertiga memutuskan untuk menambah outlet Minuman Zabasa di HST,” kata Rizali.

Bukan tanpa hambatan, ia dan rekannya sempat terkendala saat memilih lokasi yang strategis, bahkan pernah harus berpindah dikarenakan kesalahan memilih tempat berjualan.

“Untuk usaha Minuman Zabasa kami menerapkan sistem take away. Omzet terlihat cukup baik,” katanya.

Banyaknya menu pilihan minuman menjadi salah satu keunggulan usaha Minuman Zabasa, seperti jenis Blend, Switie, Choco, Milky, Yakult, Topping, dan Mix. Selain itu, harga yang terjangkau dari Rp5 ribu hingga Rp13 ribu pun menjadi daya tarik masyarakat untuk membeli produk mereka.

“Banyak menu pilihan dengan berbagai jenis rasa, membuat pembeli tidak bosan,” ungkapnya.

Kemitraan dan Omzet
Halaman Berikutnya

Advertisement