Dosen Universitas Sari Mulia Toreh Prestasi Juara, Pada Festival Sasirangan Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin (kanan) menyerhakan hadiah kepada salah seorang pemenang (Yusri)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wali Kota H. Ibnu Sina didampingi ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Hj. Siti Wasilah, menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Motif Sasirangan Pewarna Tekstil dan Alam, yang berlangsung di Siring Balai Kota Banjarmasin, Jumat (30/09/2022) malam.

Menariknya, lomba yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-496 Kota Banjarmasin ini, juga diikuti salah satu Dosen Universitas Sari Mulia, yang berhasil menyabet juara harapan 2.

Mengusung nama merek IKM Yusri Sasirangan, dosen tetap ini bersaing dengan puluhan pengrajin.

Pemilik nama Yusri ini, mengikutkan motif sasirangan buatannya dengan mengusung tema kombinasi komponen tataban, dan relief ornamen plafon gantungan lampu Banjar tempo dulu, hingga masuk 6 besar finalis kategori tekstil.

Dijelaskannya, makna dari motif kainnya tersebut, diaplikasikan pada kain dengan motif daun jeruju yang mempunyai makna tolak bala.

Sedangkan relief plafon gantungan lampu Banjar, berarti kemegahan dan kearifan diri, dengan paduan warna hijau kuning yang merupakan warna khas Banjar, dengan makna kegembiraan, kebahagiaan, dan kesejukan, serta tambahan kuncup bunga cengkeh yang mempunyai makna keharuman.

“Makna keseluruhan filosofi motif tesbut merupakan warna khas Banjarmasin, di mana warna kuning dan hijau seperti menghiasi makam dan Masjid Sultan Suriansyah dan jembatan yang ada di Banjarmasin, dengan filosofi warnanya adalah kebahagian dan kegembiraan dan keteduhan. Ada sedikit ornamen relief plafon rumah bangsawan Banjar di sana, dengan harapan bagi orang yang mengenakan kain tersebut akan diberikan rasa kebahagiaan dan penuh kemegahan, serta kearifan diri yang teduh dan selalu diberikan perlindungan keselamatan,” ucap Yusri melalui siaran persnya.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, di antaranya civitas academica Universitas Sari Mulia yang juga mendorong untuk mengikuti lomba, dan pihak-pihak lainnya yang turut serta.

“Semoga ini menjadi inspirasi dan warna baru dalam motif sasirangan, hingga melestarikan kekayaan dan kearifan lokal Banjarmasin dan muruah dari kain sasirangan,” pungkasnya.

Wali Kota memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, beserta seluruh pantia yang telah menyelenggarakan acara ini.

Kemudian, H. Ibnu Sina mengungkapkan rasa bangga kepada para desainer kain sasirangan pewarna tekstil maupun pewarna alam, karena telah membuat motif yang unik dan penuh makna.

“Sekilas tadi saya melihat, baik yang pewarna alam ataupun juga pewarna tekstil, semuanya bagus. Saya yakin dan percaya dewan juri pasti kesulitan untuk menentukan siapa yang harus menjadi juara, karena motif-motifnya bagus,” ungkapnya.

Adapun juara pertama Lomba Motif Kain Sasirangan Pewarna Alam yaitu Kantan Sasirangan (Sandi Agustinus).

Editor : Achmad MT