Efisiensi Pemeliharaan, Depo Arsip Kalsel Musnahkan 3.090 Berkas

Kepala Dispersip Kalsel menunjukan arsip yang telah di cacah

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Guna efektivitas dan efisiensi pemeliharaan dan tempat penyimpanan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan memusnahkan 3.090 arsip fisik, dengan dilakukan pencacahan menggunakan mesin.

Arsip tersebut merupakan dokumen yang masa retensinya (simpan) 10 tahun ke atas, berasal dari tiga instansi di lingkungan Pemprov Kalsel, yakni Badan Keuangan Daerah (Eks Biro Keuangan Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat I Kalsel) sebanyak 2.116 berkas tahun 1960–1996.

Kemudian, Sekretariat Daerah Kalsel (Eks Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat I Kalsel) sebanyak 68 berkas tahun 1997–2009, dan Sekretariat Daerah (Eks Biro Pemerintahan Umum dan Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat I Kalsel) sebanyak 906 berkas tahun 1964, 1972, dan 1998.

“Ini untuk efektivitas dan efisiensi, baik dari sisi pemeliharaan dan tempat penyimpanan. Arsip inikan memerlukan perawatan dan tempat penyimpanan, dengan adanya pemusnahan ini diharapkan lebih efisien,” ungkap Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie di sela kegiatan, Kamis (4/8/2022).

Ditambahkannya, setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dapat pula menyimpan dan memusnahkan secara mandiri arsip yang masa retensinya 10 tahun ke bawah.

“Namu juga harus sesuai dengan prosedur, seperti pembentukan tim memilih arsip yang ingin dimusnahkan, hingga mendapatkan persetujuan dari gubernur,” tambahnya.

Nurliani pun mengapresiasi sejumlah SKPD yang telah melakukan penyimpanan dan pemusnahan arsipnya secara mandiri.

“Salah satunya yakni Badan Kepegawaian Daerah Kalsel. Semoga instansi lain juga bisa melakukan hal serupa,” harapnya.

Hasil dari proses pemilihan arsip yang dimusnahkan, juga menghasilkan arsip permanen yang nantinya menjadi arsip statis di Depo Arsip Kalsel.

Editor : Achmad MT