Empat Raperda Baru Dipaparkan Sahbirin Noor di Rapat Paripurna

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat pidato di rapat paripurna DPRD Kalsel

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor (Paman Birin) menyampaikan penjelasan empat rancangan peraturan daerah (raperda) usulan Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD H. Supian HK, di Banjarmasin, Rabu (19/6/2024).

Gubernur menjelaskan sejumlah alasan ataupun tujuan yang mendasari diusulkannya empat raperda tersebut. Empat raperda itu adalah tentang Perubahan Bentuk Hukum Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Menjadi Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda. Kemudian tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalsel kepada Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda, Raperda tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Terakhir adalah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalsel Tahun 2025–2045.

“Naskahnya telah kami sampaikan kepada DPRD Provinsi Kalsel melalui Surat Nomor 100.3.2/586.1/kum/2024 tanggal 16 Mei 2024,” ujar Gubernur.

Terkait raperda perubahan bentuk PT Jamkrida Kalsel, Paman Birin memaparkan, adalah untuk memenuhi amanat ketentuan Pasal 402 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mewajibkan BUMD yang telah ada untuk menyesuaikan bentuk hukumnya paling lama tiga tahun sejak undang-undang tersebut diberlakukan.

“Raperda ini juga diharapkan menjadi landasan hukum dalam mendorong optimalisasi pengelolaan dan peningkatan kapasitas BUMD dalam menjalankan misi badan usaha milik daerah,” ucap Gubernur.

Lanjutnya, lewat raperda itu, PT Jamkrida Kalsel diharapkan menjadi _agent of development_ melalui pemberian jaminan kredit kepada para pelaku UMKM, serta meningkatkan pendapatan asli daerah, pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan penyerapan tenaga kerja.

Berikutnya raperda penyertaan modal Pemprov Kalsel kepada Jamkrida, diharapkan Gubernur dapat mengoptimalisasi pendapatan daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pembangunan daerah di segala bidang.

Sedangkan raperda terkait hasil pengelolaan kekayaan daerah, dibeberkan Gubernur, ada empat tujuan utama dari pengusulan tersebut. Pertama, memberikan landasan hukum yang jelas dan terinci mengenai pengelolaan pendapatan daerah yang berasal dari sumber-sumber di luar pajak dan retribusi. Kedua, mendorong optimalisasi pengelolaan aset dan potensi ekonomi daerah guna meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan. Ketiga, memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan pendapatan daerah untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Keempat, menjamin keberlanjutan pendapatan daerah dalam jangka panjang melalui diversifikasi sumber pendapatan dan pengelolaan yang efisien,” urai Paman Birin.

Terakhir, Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalsel Tahun 2025–2045, diharapkan Gubernur menjadi pedoman bagi pembangunan Kalsel selama 20 tahun ke depan, yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah bersama unsur nonpemerintah daerah lainnya.

“Raperda ini diharapkan dapat menjadi pedoman seluruh pihak terkait untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi yang berkelanjutan, untuk mewujudkan visi rencana pembangunan jangka panjang daerah Provinsi Kalsel 2025–2045, yakni Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan menuju _babussalam,”_ bebernya.

Sementara itu, Ketua DPRD H. Supian HK mengatakan, menindaklanjuti pokok-pokok penjelasan Gubernur, akan diproses sesuai prosedur, yaitu dilanjutkan ke tahap pandangan fraksi-fraksi pada rapat paripurna berikutnya.

“DPRD Kalsel menyambut baik penjelasan dan tujuan diusulkannya empat buah raperda tersebut,” ujarnya.

Ditegaskan Supian, DPRD sangat mendukung segala bentuk kebijakan yang berorientasi pada kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, yang harus didukung melalui kolaborasi semua pihak.

(YUNN/Achmad MT)