Firman Yusi Usulkan Perlindungan Asuransi bagi Pelaku Perikanan Kalsel

Anggota Komisi II DPRD Kalsel Firman Yusi saat Rakortek Perencanaan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Tahun 2027 di Banjarbaru

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Menyikapi bencana banjir yang berulang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel), Anggota Komisi II DPRD Kalsel Firman Yusi mengusulkan perlindungan konkret bagi pelaku usaha sektor perikanan yang terdampak perubahan iklim.

Firman menilai perubahan iklim menjadi faktor utama meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, yang secara langsung menggerus mata pencaharian pembudidaya ikan dan nelayan tangkap.

[feed_them_social cpt_id=59908]

‎Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Tahun 2027 di Banjarbaru, belum lama tadi.

Ia menjelaskan, banjir besar menyebabkan kematian massal ikan, keramba jebol, kolam dan tambak meluap, serta nelayan tidak dapat melaut saat cuaca ekstrem. Kondisi ini membuat banyak usaha perikanan terancam gulung tikar.

“Dampak perubahan iklim ini nyata dan berulang. Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial setiap tahun. Diperlukan perlindungan melalui instrumen keuangan dan jaminan sosial,” tegasnya.

Firman pun mengusulkan dua kebijakan utama kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, yakni Asuransi Usaha Perikanan Budidaya dan BPJS Ketenagakerjaan bagi Nelayan Tangkap.

Menurutnya, pemerintah provinsi perlu memprogramkan atau mensubsidi premi asuransi bagi pembudidaya ikan di keramba, kolam, maupun tambak guna melindungi dari kerugian akibat bencana alam dan wabah penyakit yang dipicu cuaca ekstrem.

Selain itu, ia mendorong fasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan tangkap tradisional dan skala kecil agar memiliki perlindungan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, hingga jaminan hari tua.

Tak hanya itu, Firman juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber penghasilan nelayan melalui pelatihan dan pendampingan usaha alternatif, seperti budidaya rumput laut, pengolahan hasil perikanan, atau usaha berbasis darat.

Ia berharap usulan tersebut dapat dibahas secara serius dalam perencanaan anggaran dan program kerja SKPD terkait guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir Kalsel menghadapi ketidakpastian iklim. (YUN)

[feed_them_social cpt_id=57496]