JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Jembatan Kampung Bali di ruas Jalan Provinsi Anjir Pasar–Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), yang dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 2025, mengalami keretakan. Kondisi tersebut membuat warga khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan.
Jembatan dengan konstruksi tiang pelat beton dengan bentang 22,5 meter itu, terpantau mengalami keretakan pada bagian struktur abutment dan oprit.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (27/8/2026), terlihat pula celah cukup lebar antara badan jembatan dan timbunan oprit. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya penurunan tanah di sekitar jembatan.

Selain itu, tiang pembatas jalan berwarna kuning-hitam mulai terlihat miring. Fondasi tiang tersebut juga mengalami keretakan.
Kondisi serupa terlihat pada permukaan jalan di depan jembatan. Aspal tampak bergelombang dan berlubang serta telah beberapa kali mendapat tambal sulam.
Salah seorang warga, Risna, mengaku khawatir melihat kondisi jembatan yang dinilai masih relatif baru tersebut.
“Belum lama dibangun. Kami khawatir membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Warga berharap Pemprov Kalsel segera melakukan audit terhadap kondisi jembatan dan mengambil langkah perbaikan, untuk memastikan keamanan pengguna jalan serta mencegah terjadinya kecelakaan.
Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalsel belum memberikan keterangan, terkait penyebab kerusakan maupun rencana penanganan jembatan tersebut.
(Alibana/Ahmad M)













