JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menutup rangkaian kegiatan Kami Kawa Youth Fest 2026 yang berlangsung di kawasan Siring Menara Pandang, Ahad (21/6/2026). Festival yang digelar sejak 19 Juni tersebut sukses menghadirkan berbagai kegiatan kepemudaan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang mewakili Wali Kota Banjarmasin. Ia didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin, Farida Rachmawati, serta sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Pada kesempatan tersebut, Sekda bersama Ketua DWP turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai kompetisi yang digelar selama festival berlangsung.

Dalam sambutannya, Ichrom Muftezar menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset terbesar Kota Banjarmasin dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
“Kami Kawa Youth Fest bukan sekadar acara hiburan. Ini adalah ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berinovasi, dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk membawa Banjarmasin semakin maju,” ujarnya.
Menurut Tezar, Pemerintah Kota Banjarmasin terus berkomitmen menyediakan ruang kreatif bagi anak muda agar dapat mengembangkan potensi dan bakatnya di berbagai bidang.
“Kami ingin anak-anak muda Banjarmasin berani tampil, berani menunjukkan kemampuan, dan mampu bersaing. Pemerintah hadir untuk mendukung dan memberikan wadah agar potensi itu berkembang menjadi prestasi,” katanya.
Selain menjadi ajang kreativitas dan pengembangan diri, festival yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengungkapkan bahwa bazar UMKM yang diikuti 20 tenant berhasil mencatat perputaran transaksi mencapai sekitar Rp150 juta.
“Perputaran ekonomi di bazar Kami Kawa Youth Fest kurang lebih mencapai Rp150 juta. Ini membuktikan bahwa ketika ruang diberikan kepada anak muda dan pelaku UMKM, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, tingginya partisipasi generasi muda juga menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tercatat sebanyak 500 pemuda mengikuti seminar kepemudaan yang menjadi salah satu agenda utama festival.
Dalam seminar itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kewirausahaan, pengembangan diri, hingga strategi membangun usaha dari para narasumber profesional yang didatangkan dari luar Kalimantan.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta. Mereka tidak hanya datang untuk mengikuti acara, tetapi juga menunjukkan keinginan kuat untuk belajar, berkembang, dan menciptakan peluang usaha sendiri,” kata Sabil.
Ia menilai pembinaan semacam ini penting untuk mencetak generasi muda yang produktif, kreatif, serta mampu memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang ada.
“Kami ingin pemuda Banjarmasin menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Semangat berkarya dan berwirausaha harus terus tumbuh agar mereka mampu menjadi penggerak ekonomi di masa depan,” tegasnya.
Selama pelaksanaan, Kami Kawa Youth Fest 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, seminar kepemudaan, pertunjukan seni, hingga berbagai kompetisi yang melibatkan kalangan muda Kota Banjarmasin.
Menurut Sabil, festival tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Banjarmasin memiliki potensi besar sebagai pelaku ekonomi kreatif yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
(Ih/Ang)













