Tinjau Program di Takisung, Bupati Rahmat Minta Pengelolaan Anggaran Transparan

Bupati Tala Rahmat Trianto bersama jajaranya meninjau langsung pelaksanaan program padat karya di Kecamatan Takisung, Rabu (13/5). (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH LAUT – Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, menegaskan bahwa program padat karya menjadi salah satu instrumen penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat desa, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

Hal tersebut disampaikan Rahmat Trianto saat menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi Program Padat Karya Bidang Sumber Daya Air di Kantor Kecamatan Takisung, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyerahan simbolis dokumen kontrak swakelola TP4 Program Padat Karya kepada perwakilan kelompok masyarakat.

Dalam sambutannya, Rahmat menyebut program padat karya merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bersama Wakil Bupati, H. Muhammad Zazuli, yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Padat karya adalah program yang menggunakan tenaga manusia. Artinya, masyarakat setempat diberdayakan untuk bekerja sehingga ada perputaran ekonomi langsung di desa,” ujarnya.

Menurut Rahmat, pembangunan di Kabupaten Tanah Laut diarahkan mulai dari tingkat desa hingga RT, karena masyarakat setempat dinilai paling memahami kebutuhan lingkungannya masing-masing, mulai dari pembangunan saluran irigasi kecil, gorong-gorong, hingga pemeliharaan infrastruktur lingkungan.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Tanah Laut memiliki sekitar 1.600 RT yang tersebar di 130 desa dan lima kelurahan. Namun, karena keterbatasan anggaran, program padat karya saat ini baru dapat dijalankan di sejumlah RT yang telah memenuhi skala prioritas dan pengajuan.

“Kita berharap seluruh RT nantinya bisa merasakan program ini secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” katanya.

Rahmat juga menekankan pentingnya keterlibatan kepala desa dalam mendukung keberhasilan pembangunan di wilayah masing-masing. Menurutnya, sinergi pemerintah desa menjadi faktor penting agar program pemerintah berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh pihak untuk mengelola program secara bertanggung jawab karena menggunakan anggaran negara dan daerah.

“Kelola anggaran ini dengan baik, transparan, dan penuh tanggung jawab. Mari kita bersama-sama peduli terhadap pembangunan daerah kita,” pesannya.

Sementara itu, panitia pelaksana melaporkan, persiapan program padat karya telah dimulai sejak Februari 2026, sedangkan penandatanganan kontrak bersama 25 Ketua RT se-Kecamatan Takisung dilaksanakan pada 14 April 2026.

Program tersebut direncanakan berlangsung selama 60 hari kerja dengan progres fisik di lapangan yang saat ini mencapai hampir 30 persen di beberapa lokasi. Pekerjaan mencakup pemeliharaan dan pembersihan saluran irigasi, rehabilitasi jembatan, serta perbaikan saluran air.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, program ini juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja masyarakat desa. Tercatat sekitar 375 tenaga kerja terlibat di Kecamatan Takisung dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp910 juta dari pembayaran upah pekerja.

Usai kegiatan, Rahmat Trianto bersama jajaran Dinas PUPR Kabupaten Tanah Laut meninjau langsung lokasi pelaksanaan program padat karya guna melihat progres pekerjaan dan kondisi infrastruktur yang tengah dikerjakan masyarakat.

(Adv/Upik)