JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) mendapat bantuan dana hibah untuk perbaikan jaringan irigasi dari Asian Development Bank (ADB), dengan program Integrated Participatory Development Managament of Irrigation Project (IPDMIP), untuk memperkuat katahanan pangan sebagai daerah lumbung padi di Kalimantan Selatan.
Program yang diberikan selama 5 tahun tersebut sekitar Rp18 miliar, mulai dari tahun 2018 hingga 2022, yang diperuntukkan bagi saluran daerah irigasi rawa di 5 lokasi.
“Desa Banitan dan Badandan sudah dilaksanakan di tahun 2019, sedangkan Karya Indah dan Andaman di Kecamatan Anjir Pasar di tahun 2020, dan Desa Bantuil dikerjakan tahun 2021 ini,” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Batola Saprani, S.T., saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (15/07/2021).
Dari 5 Desa yang mendapatkan itu, wilayah Banitan salah satu yang maju, baik organisasinya maupun rencana program kerjanya yang baik, hingga hasil pertanian dalam setahun bisa panen 2 kali dengan hasilnya yang terus meningkat.
“Sifatnya hanya rehab, dalam artian fungsi saluran yang ada sudah berkurang atau tidak bisa dimanfaatkan lagi, maka dengan bantuan tersebut kita kembalikan fungsinya seperti awal untuk kepentingan masyarakat, khususnya pertanian,” tambah Saprani.
Selain itu menurutnya, perbaikan ini berdasarkan usulan masyarakat melalui musyawarah rencana pembangunanan, mulai dari pembuatan pintu air dan pengerjaan lainnya.
Sementara dalam pemeliharaan, Saprani berharap kepada masyarakat setempat bisa mengaktifkan kembali Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), sebagai wadah koordinasi dan kegotongroyongan, agar masyarakat saling bahu membahu bersama pemerintah untuk selalu membersihkan saluran irigasi guna dimanfaatkan secara bersama.
Reporter : Alibana
Editor : AhmadMT














