Banjar  

Tahun 2024, Seluruh PLTD Kalselteng Ditargetkan Terkonversi EBT

Suasana diskusi

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Dalam rangka mendorong partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Provinsi Kalimantan Selatan, Yayasan WCDS menyelenggarakan diskusi publik, berlangsung di salah satu hotel di Kabupaten Banjar, Rabu (14/09/2022).

Kegiatan bertajuk “Pengembangan EBT dalam Mendukung Pelayanan Publik di Sektor Kelistrikan”, dengan tema “Energi Listrik Berkelanjutan, Rakyat Makmur, Indonesia Maju” ini, menghadirkan pembicara Anggota Ombudsman RI Heri Susanto, General Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng)  Yekti Kurniawan, Kabid Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalsel Sutikno, dan Dosen Pendidikan Geografi FKIP Universitas Islam Malang Rasminto.

Ketua Yayasan WCDS Arman Efendi menyampaikan, energi listrik yang masih banyak bergantung kepada sumber energi tak terbarukan atau berasal dari fosil, khususnya minyak bumi dan batu bara, menjadi latar belakang digelarnya kegiatan ini, guna menggali pemikiran secara bersama-sama untuk pengembangan tranformasi energi kelistrikan yang ramah lingkungan.

“Bagaimana nantinya ketika sumber utama tenaga listrik kita berkurang bahkan habis, untuk itulah kita coba diskusikan, berupaya mendukung konsep EBT untuk masa depan,” ungkapnya dalam paparannya.

Selanjutnya Sutikno mengungkapkan, pihaknya telah banyak mengembangkan EBT, terlebih dalam bidang kelistrikan, seperti halnya pembangkit listrik tenaga air yang ada di Kabupaten Banjar.

“Kita juga ada dari tenaga biomassa yang sudah mencapai 54 megawatt (mw), PLTA riam kanan itu 34 mw,  kemudian juga di daerah pegunungan ada tenaga pikohidro, mikrohidro, minihidro, bio gas, hingga Pembangkit Listrik Tenaga surya,” urainya di sela kegiatan.

Sementara itu, Manajer PLN UIW Kalselteng Arif Fikri menambahkan, pihaknya terus berkomitmen melakukan transisi energi bersih, dengan melakukan konversi pembangkit pada energi terbarukan.

“Program ini sudah berjalan. Data terakhir, total pembangkit listrik EBT PLN sebanyak 7954 mw, ini mencapai 12,6% dari target 17.110 mw, atau 23% dari total pembangkit yang dimiliki,” jelasnya.

Sementara di wilayah Kalselteng, pihaknya sudah melakukan konversi 11 pembangkit tenaga diesel kepada PLTS yang tersebar di berbagai desa, dengan target pada tahun 2024 wilayah tugasnya bebas dari PLTD.

Anggota Ombudsman RI Heri Susanto menekankan pentingya program ini disusun dengan baik hingga regulasinya, agar tidak menjadi polemik di kemudian hari.

“Tentu ada hubungan dengan Ombudsman RI, kita juga berperan untuk melakukan pencegahan,” paparnya.

Diskusi publik hasil kerja dengan PT PLN (Persero) ini diselenggarakan secara hibrida, diikuti tokoh pemuda, lembaga pers, akademisi, pelajar, dan pelaku pertambangan batu bara.

Editor : Achmad MT