Safari Gemarikan Dislautkan Kalsel Gempur Stunting di HSS

Suasana Kegiatan Safari Gemarikan Dislautkan dan TP PKK Prov Kalsel, di Desa Phampangan, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Kali ini, Safari Gemarikan digelar di Desa Pahampangan, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat, khususnya para ibu dan anak-anak yang menjadi sasaran utama edukasi gizi dan peningkatan konsumsi ikan.

Kepala Dislautkan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono mengatakan, sesuai arahan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, Safari Gemarikan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pola konsumsi pangan bergizi berbasis ikan.

Menurutnya, ikan mengandung protein tinggi, omega-3, vitamin, dan mineral yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjaga kesehatan tubuh.

Kepala Dislautkan Kalsel Rusdi Hartono, Saat Memberikan Sambutan dalam Acara Safari Gemarikan di Desa Pahampangan, Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan

“Melalui kegiatan Safari Gemarikan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya makan ikan sebagai sumber protein yang sehat dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Rusdi Hartono.

Ia menegaskan, program Gemarikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menekan angka stunting di Kalimantan Selatan. Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) masyarakat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data AKI atau Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM), Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tahun 2024 mencapai 39,38 kilogram per kapita per tahun dan menempati posisi kedua tertinggi se-Kalimantan Selatan. Pada tahun 2025, angka tersebut meningkat menjadi 39,84 kilogram per kapita per tahun, meski posisinya turun ke peringkat lima tingkat provinsi.

“Walaupun terjadi peningkatan konsumsi ikan masyarakat pada tahun 2025, kita tetap harus bersama-sama mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan agar konsumsi ikan masyarakat terus meningkat dan budaya makan ikan semakin kuat di tengah masyarakat,” tandasnya.

Kegiatan Safari Gemarikan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan sebagai bagian dari pola hidup sehat sekaligus menjadi upaya nyata dalam menciptakan generasi bebas stunting di Kalimantan Selatan.

(Sumber : Dislautkan Kalsel)