Dua Januari Bakal Diwajibkan Aplikasi Srikandi, Disdag Kalsel Kirim Rombongan Belajar ke Dispersip

Suasana kegiatan Bimtek

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel melakukan bimbingan teknis penerapan Aplikasi Srikandi, terhadap 20 staf Dinas Perdagangan (Disdag) Kalimantan Selatan, pada Depo Arsip Dispersip Kalsel di Kota Banjarbaru.

Hal ini menindaklanjuti permintaan Disdag dalam hal pembinaan dan bimbingan, terkait penerapan Aplikasi Srikandi.

Kepala Dipersip Kalsel Dra. Hj. Nurliani Dardie, M.A.P. melalui Kepala Bidang Pengelolaan Kearsipan Adethia Hailina M.E., menyambut baik kedatangan rombongan.

“Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti tentang penggunaan Aplikasi Srikandi dan belajar lebih detail hal-hal yang belum dipahami,” ungkapnya melalui siaran pers Dispersip Kalsel, Sabtu (30/12/23).

Kedatangan mereka, lanjut Adethia, sebagai bukti kepedulian jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kalsel dalam hal percepatan penggunaan Srikandi.

“Ini juga dalam rangka implementasi Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 018 Tahun 2023 tentang Perubahan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 061 Tahun 2022 tentang Pedoman Pengelolaan Kinerja Pegawai,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Kalsel Dr. Hj. Diyah Anur Yani, M.A.P menyampaikan ungkapan terima kasih, atas sambutan dan kerja sama yang baik.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bunda Nunung (sapaan akrab Hj. Nurliani, red) selaku Kepala Dispersip Kalsel dan para tenaga ahli, operator, dan petugas Aplikasi Srikandi, yang memberikan pembelajaran kepada petugas operator aplikasi Srikandi kami,” tuturnya.

Hal ini juga merupakan kesiapan pihaknya, yang mulai 2 Januari 2024 nanti, semua SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel sudah diwajibkan menggunakan Aplikasi Srikandi untuk kegiatan administrasi surat menyurat.

“Kami menyadari masih belum maksimal menerapkan aplikasi Srikandi di lingkungan kami. Hal ini karena keterbatasan kemampuan SDM dan sarpas yang kami miliki. Semoga dengan ini akan lebih maksimal,” pungkasnya.