JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Jajaran Kepolisian Resor Kota Banjarmasin berhasil mengungkap puluhan kasus peredaran penyalahgunaan narkotika selama Operasi Antik Intan 2026.
Dalam operasi yang berlangsung dua pekan tersebut, petugas menyita lebih dari satu kilogram sabu-sabu, serta puluhan butir ekstasi yang diduga siap edar.
Pengungkapan hasil operasi dipaparkan dalam konferensi pers di halaman Mapolresta, Selasa (2/6), dipimpin Pelaksana Harian Kapolresta Kombes Pol Timbul R.K. Siregar, didampingi Wakapolresta AKBP Arwin Amrih Wientama, serta sejumlah pejabat utama lainnya.
Dalam keterangannya, Kombes Pol Timbul menjelaskan, Operasi Antik Intan berlangsung sejak 12 hingga 25 Mei. Selama periode tersebut, kepolisian berhasil mengungkap 40 laporan polisi kasus narkotika dengan total 53 tersangka.
“Terdiri dari 47 laki-laki dan enam perempuan,” ujarnya.
Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa 1.458,70 gram sabu-sabu, dan 62,5 butir ekstasi yang diduga akan diedarkan di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.
Menurut Kapolresta, jumlah narkotika yang berhasil diamankan tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 21.928 orang dari potensi penyalahgunaan narkoba. Selain itu, nilai ekonomis barang bukti yang disita ditaksir mencapai sekitar Rp2,2 miliar.
Ia menegaskan, bahwa Operasi Antik Intan menjadi salah satu langkah strategis kepolisian dalam menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.
Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dengan memberikan informasi, apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran gelap narkotika.
“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam mengungkap berbagai kasus narkotika. Karena itu, kami berharap kerja sama ini terus terjalin demi menjaga Banjarmasin dari ancaman narkoba,” kata Kombes Pol Timbul.
Pihaknya juga memastikan akan terus mengedepankan langkah preventif maupun penegakan hukum, guna menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
(Api/Ahmad M)













