JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Upaya memperluas akses literasi berbasis digital terus dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin. Terbaru, Titik Baca Digital resmi hadir di kawasan Kantor Kejaksaan Negeri Banjarmasin.
Fasilitas tersebut diluncurkan melalui kolaborasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Banjarmasin bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banjarmasin, di Aula Anjung Papadaan Kejari Banjarmasin, Senin (20/7/2026).
Peluncuran Titik Baca Digital dipimpin Ketua IAD Daerah Banjarmasin, Ny. Isnania Wiranto, dan disaksikan Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin E.R. Wiranto selaku pengawas IAD Banjarmasin, Kepala Dispersip Kota Banjarmasin Windiasti Kartika, Kepala Bidang Pengembangan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (PPKM) Dispersip Itha Rahmiani, serta jajaran pengurus IAD dan staf terkait.
Kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tambahan sarana membaca, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari pengembangan budaya literasi yang memanfaatkan teknologi digital.
Ketua IAD Daerah Banjarmasin Isnania Wiranto mengatakan, peningkatan minat baca perlu dimulai dari lingkungan terdekat masyarakat, termasuk organisasi dan ruang pelayanan publik.
“Kami dari IAD menyadari betul bahwa menumbuhkan minat baca harus dimulai dari lingkungan terdekat. Oleh karena itu, hadirnya titik baca digital ini sebagai salah satu program kerja unggulan Bidang Pendidikan IAD Banjarmasin, merupakan wujud ikhtiar nyata kami untuk menciptakan budaya literasi yang nyaman bagi seluruh anggota,” ujarnya.
Ia mengapresiasi dukungan Dispersip Kota Banjarmasin dalam merealisasikan program tersebut. IAD Banjarmasin berkomitmen menjaga dan merawat fasilitas agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh anggota IAD maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika menilai, peluncuran Titik Baca Digital merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kejaksaan Negeri Banjarmasin dalam membangun budaya membaca.
“Tanggung jawab mencerdaskan bangsa dan membangun budaya membaca itu tidak bisa dipikul oleh satu instansi saja, harus digerakkan bersama. Langkah progresif yang diinisiasi oleh ibu-ibu IAD Banjarmasin ini merupakan bentuk kepedulian luar biasa terhadap tingkat literasi anak-anak kita, generasi penerus yang akan menyongsong Indonesia Emas,” tuturnya.
Menurut Windiasti, Dispersip akan mengawal keberlanjutan program tersebut dengan memanfaatkan basis data pembaca terintegrasi. Data itu akan digunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas sekaligus memetakan bahan bacaan yang paling diminati pengguna.
“Semua aktivitas literasi di sini akan kami lakukan tracking secara digital, mulai dari jumlah pembaca yang mengakses setiap harinya hingga jenis buku apa saja yang paling sering dipilih untuk dibaca,” jelasnya.
Berdasarkan data tersebut, Dispersip akan melakukan pengayaan konten secara berkala. Bahan bacaan yang paling diminati akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menambah variasi koleksi.
“Buku-buku yang dirasa menjadi favorit masyarakat akan kami perbanyak variannya,” tambah Windiasti.
Selain pengembangan konten, Dispersip juga siap memberikan pendampingan teknis secara berkala agar pemanfaatan Titik Baca Digital dapat berjalan optimal.
Windiasti berharap kolaborasi antara Dispersip Kota Banjarmasin dan Kejaksaan Negeri Banjarmasin tersebut dapat menjadi contoh bagi lembaga maupun instansi vertikal lainnya untuk menghadirkan fasilitas literasi di lingkungan masing-masing.
Dengan semakin bertambahnya Titik Baca Digital di ruang publik dan lingkungan layanan pemerintahan, akses masyarakat terhadap bahan bacaan diharapkan semakin luas. Pemanfaatan teknologi dan data pembaca juga diharapkan mampu mendorong budaya literasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
(Adv/Ang)













