DPRD Kalsel Pastikan Jembatan Terdampak Banjir Segera Diperbaiki

Sahrujani
Sahrujani, ketua komisi III DPRD Kalsel

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan selatan (Kalsel), H. Sahrujani memastikan, Jalan Trans Kalimantan bisa digunakan kembali dalam waktu dekat, pascabanjir yang menyebabkan rusaknya beberapa jalan dan jembatan.

“Kita sudah koordinasikan masalah ini, karena jembatan yang putus sudah diperbaiki dan selesai dalam waktu dekat,” ujarnya, usai rapat kerja dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV, dan instansi terkait lainnya, di Gedung DPRD Kalsel, kemarin.

Contohnya, Jembatan Matraman-Astambul, yang perbaikannya segera rampung, dan bisa digunakan untuk angkutan berkapasitas hingga 50 ton.

“Hal yang sama juga terjadi di Jembatan Pabahanan-Pelaihari, yang diperbaiki Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia,” jelas politikus Partai Golongan Karya tersebut.

Sedangkan untuk Jalan Trans Kalimantan menuju Kalimantan Tengah (Kalteng), terpaksa menggunakan jalur sungai, mengingat jembatan yang ada tidak mampu menahan angkutan berat.

“Daripada menimbulkan kerugian karena memaksakan angkutan berat dan memungkinkan jembatan ambruk, maka truk angkutan, termasuk yang kosong, disarankan menggunakan jalur sungai,” tegasnya.

BPTD Wilayah XV akan berkomunikasi dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Batulicin, untuk mendatangkan kapal roro, guna membantu penyeberangan di Sungai Alalak.

“Mereka juga akan menghitung berapa lama penyeberangan itu dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga : Begini Solusi Antisipasi Banjir dari Ketua DPRD Kalsel

Kepala Dishub Kalsel, H. Rusdiansyah mengatakan, secara teknis, Jembatan Alalak II yang menyambungkan Banjarmasin dan Barito Kuala, tidak bisa digunakan untuk truk bermuatan lebih dari 50 ton.

“Jembatan yang diportal, sudah diputuskan tidak bisa secara teknis, karena kita mengutamakan keselamatan,” katanya.

Dia khawatir, jika truk bermuatan berat dibolehkan lewat, jembatan akan rusak, dan malah akan memutus akses kendaraan dari Kalsel-Kalteng atau sebaliknya, sementara jembatan yang sedang dibangun belum selesai.

Editor : Ahmad MT