Mantap, Banjarmasin Peringkat ke-593 Kota Terbaik di Dunia

Wali Kota Banjarmasin (kiri) saat mengikuti kegiatan World Cities Summit

JURNALKALIMANTAN.COM, SINGAPURA – Merujuk pada Oxford Economics Global Cities Index 2024 yang dirilis Oxford Economics, Banjarmasin berada di peringkat 593 dari 1.000 kota terbaik di dunia tahun 2024.

Diketahui, Oxford Economics melakukan survei terhadap ribuan kota besar untuk menentukan kota terbaik. Selain mencatatkan Jakarta dan Surabaya, secara global, Banjarmasin salah satu kota yang diperhitungkan untuk masuk dalam jangkauan survei.

Dilansir dari survei yang dilakukan, sebuah firma penasihat ekonomi independen terkemuka di dunia yang bisnisnya mencakup 200 negara, 100 sektor industri, dan 8.000 kota dan wilayah ini, memberikan hasil survei tinggi bagi Banjarmasin, lebih baik dari Jambi, Samarinda, Pontianak, Pekalongan, Cirebon, dan Tasikmalaya.

Sedangkan kota yang disurvei berada di peringkat ke-400 hingga 700 adalah Medan di posisi 470, Makassar dengan peringkat 454 , Padang (479), Yogyakarta (489), dan Denpasar (495). Selanjutnya terdapat Mataram (507), Palembang (517), dan Bandar Lampung (519),

Kota Semarang di kisaran 537, Bandung dengan posisi 541, dan Pekanbaru nangkring di 562. Posisi di atas 600 ditempati Jambi dengan peringkat 610, disusul Samarinda posisi 613, bersama Pontianak 618, lalu terdapat Pekalongan dengan deret 706, dikejar Cirebon 731, dan Tasikmalaya mengunci posisi 795.

Wali Kota H. Ibnu Sina, saat menghadiri World Cities Summit (WCS) 2024 yang diselenggarakan di Singapura pada tanggal 2–4 Juni, menjelaskan sejumlah indikator yang menjadikan Banjarmasin meraih posisi tersebut.

“Ada beberapa aspek atau indikator yang dilihat, seperti sumber daya manusia, kualitas kehidupan, lingkungan, dan pemerintahan. Jadi, banyak yang dikumpulkan untuk menghasilkan skor keseluruhan untuk setiap kota,” terangnya.

Lebih jauh, Ibnu menyebutkan, Oxford Economics memperkirakan kota-kota di seluruh dunia akan terus mendorong pertumbuhan global dan daya saing global selama beberapa dekade mendatang. Pada tahun 2023, 1.000 kota terbesar dunia menyumbang 60% dari PDB dunia.

Setiap kota memiliki karakteristik unik yang berbeda-beda. Menilai kekuatan dan kelemahan dari kota-kota sangat penting bagi dunia usaha, akademisi, dan pembuat kebijakan, agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

“Membandingkan kota bukan hanya dari _output_ pertumbuhan ekonomi saja, ada dimensi lain yang membuat kota menarik bagi penduduknya dan investor. Untuk itu, Oxford Economics meluncurkan Indeks Kota Global,” tambah Ibnu Sina yang mendapat apresiasi dari para peserta WCS.

Sekadar catatan, Indeks Kota Global dibuat untuk menilai kekuatan dan kelemahan 1.000 kota terbesar di dunia, dengan memanfaatkan data ekonomi dan dilengkapi kumpulan data lain yang tersedia untuk umum, yang hasilnya memungkinkan pembuat kebijakan mengambil keputusan lebih tepat.

⁠Indeks tersebut berisi lima kategori, ekonomi, sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan hidup, dan tata kelola, yang dikumpulkan untuk menghasilkan skor keseluruhan bagi setiap kota.

Setiap kategori terdiri dari beberapa indikator (empat hingga enam, tergantung pada kategorinya), yang bertujuan menjawab beberapa pertimbangan terpenting dalam masing-masing kategori.

⁠”Hasilnya, Indeks Kota Global memberikan perbandingan kota yang lebih lengkap, dengan memberi peringkat pada negara-negara tersebut tidak hanya berdasarkan kinerja ekonominya, namun juga mempertimbangkan faktor-faktor penting lainnya yang memengaruhi kekuatan relatif negara-negara tersebut,” terang Wali Kota Ibnu Sina.

Global Cities Index yang diluncurkan Oxford Economics adalah sebuah inisiatif terobosan yang menawarkan evaluasi komprehensif terhadap 1.000 perekonomian perkotaan terbesar di dunia. Indeks komprehensif ini, yang dikembangkan oleh tim ekonom terkemuka, memberikan wawasan tak tertandingi mengenai sifat beragam lingkungan perkotaan di seluruh dunia.

(Humas Pemkot Banjarmasin)