JURNALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Tony Harisinta, menghadiri pengukuhan Mantir Adat desa dan kelurahan se-Kecamatan Kahayan Hilir masa bakti 2026–2032, berlangsung di Kantor Damang Kecamatan Kahayan Hilir, Kamis (18/6/2026).
Dalam sambutannya, Tony Harisinta menyampaikan bahwa pengukuhan mantir adat merupakan momentum penting untuk memperkuat kelembagaan adat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kabupaten Pulang Pisau.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, saya mengucapkan selamat kepada seluruh mantir adat yang baru saja dikukuhkan. Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab besar untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur,” katanya.

Ia berpesan agar kepercayaan yang diberikan masyarakat dijalankan dengan penuh integritas, kejujuran, keadilan, dan semangat pengabdian. Menurutnya, keberadaan mantir adat memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mantir adat merupakan mitra Damang dalam menjalankan fungsi kelembagaan adat, menjaga ketertiban sosial, menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan hukum adat, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan lembaga adat,” ujarnya.
Tony menilai keteladanan para mantir adat sangat dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat. Di tengah arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, dan perubahan sosial, masyarakat adat dituntut mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas budaya.
“Dalam konteks ini, para mantir adat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Dayak sejak dahulu,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa lembaga adat memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya, memperkuat karakter masyarakat, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan daerah.
Tony juga mengajak seluruh mantir adat di Kecamatan Kahayan Hilir untuk terus membangun koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah.
“Hubungan yang harmonis antara pemerintah dan kelembagaan adat akan memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan pembangunan, penyelesaian berbagai permasalahan sosial, serta pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Sekda mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan mendukung keberadaan lembaga adat sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadikan adat sebagai perekat kebersamaan, sumber nilai dan moral, serta kekuatan dalam menjaga identitas daerah,” pungkasnya.
(Adv/Ded)













