Sementara itu, Direktur Wilayah III Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama menerangkan, Rakor oleh KPK lebih memfokuskan pada penilaian MCP di Kalsel.
Menurutnya, MCP di Kalsel telah cukup bagus meskipun ada sejumlah daerah masih harus terus ditingkatkan.
Disamping itu, KPK juga ingin menguatkan integritas masing-masing Pimpinan Daerah beserta jajaran, dan stakeholder untuk lebih aktif menyiapkan langkah-langkah preventif dan edukatif terhadap tindak pidana korupsi.
“Dimana langkah-langkah preventif tersebut kita ambil dari hulunya yakni pengambil kebijakan, daripada melakukan langkah dipenindakan. Karena ini tidak menjadi ukuran kita bebas korupsi,” terang Bahtiar.
Selain itu, KPK turut mengajak Pimpinan Daerah dan anggota dewan di Kalsel untuk bersama-sama mewujudkan tata kelola pemerintahan bersih, dan baik.
“Mari kita bersama-sama wujudkan pemerintahan yang bersih dan baik jauh dari korupsi, sehingga kepercayaan publik meningkat. Pemerintahan yang bersih juga akan berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi dan investasi di Kalsel,” tuturnya.
Untuk diketahui, pada acara ini turut berhadir mendampingi diantaranya, Pj. Sekda Tanbu H. Ambo Sakka, Inspektur Daerah Ikhsan Budiman, dan Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), H. Syamsuddin.
Sebagai informasi, Rakor ini menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Sebelum memasuki ruangan, Bupati Tanbu dan kepala daerah lainnya melakukan swab antigen di luar gedung yang sudah disediakan panitia.
Reporter : Daniel Setiawan
Editor : Rian













