Hadirkan Gus Miftah, Paman Birin Gelar Hikmah Ramadan 1445 Hijriah

Suasana hikmah Ramadhan yang diselenggarakan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dengan menghadirkan gus miftah

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Masyarakat dari wilayah Kota Banjarmasin dan Banjarbaru hingga Kabupaten Barito Kuala dan Banjar, memadati Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin dalam gelaran Hikmah Ramadhan 1445 hijriah yang digagas Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, Sabtu (16/03) malam.

Mereka antusias mengikuti kegiatan yang diisi oleh Gus Miftah, pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, yang juga keturunan ke-9 Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.

Turut hadir dalam acara itu, Alimmul Fadhil Al Hafidz TGH,M. Wildan Salman; Ketua DPRD Supian HK; Komandan Lanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Agus Setyawan; Pj Bupati Batola, Mujiat; Pj Bupati Tala, Syamsir Rahman; dan pimpinan Forkopimda lainnya.

Termasuk para habaib dan ulama, tokoh agama, asisten dan staf ahli gubernur, kepala SKPD dan karyawan di lingkup Pemprov Kalsel.

Kegiatan diawali dengan salat Isya dan tarawih berjamaah yang dilanjutkan tausiah Guru Supian Al-Banjari sebagai pembuka.

Paman Birin pun menyampaikan terima kasih atas apresiasi kepada masyarakat yang menghadiri kegiatan, meskipun dari lokasi yang cukup jauh.

“Terima kasih, pian-pian sudah hadir di sini dan mohon maaf jika ada kekurangan dari penyambutan dari kami,” ujarnya.

Sementara itu dalam tausiahnya yang jadi acara inti, Gus Miftah yang dikenal ramah dan kerap menyelipkan humor dalam materi ceramahnya berhasil mengundang tawa dari jemaah yang hadir

Ada tiga pesan utama tentang menyembunyikan sesuatu yang disampaikan Gus Miftah, yakni menyembunyikan kemiskinan atau tidak dibuka ke orang lain demi mendapatkan bekas kasih atau bantuan.

Kemudian, pentingnya menyembunyikan rasa marah yang merupakan jihad paling berat karena melawan diri sendiri.

“Yang ketiga, menyembunyikan rasa sakit, sehingga orang mengira selalu mendapatkan nikmat Allah SWT. Dengan kata lain, kita bisa menahan diri dalam berbagai hal agar tidak melakukan dosa, termasuk menahan diri dari pamer harta,” pungkasnya.

(Sal/Adpim/Viz)