JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Rosehan NB, menerima banyak laporan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang di sekitar Jembatan 17 Mei dan Jalan Pangeran Hidayatullah, kawasan Banua Anyar, Kota Banjarmasin.
Keluhan tersebut disampaikan oleh warga yang melintas di jembatan maupun pengguna jalan di sekitarnya, termasuk masyarakat Sungai Jingah dan Banua Anyar. Lubang pada ruas jalan serta minimnya penerangan disebut menjadi penyebab meningkatnya kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.
“Baik masyarakat yang lalu lalang di Jembatan 17 Mei maupun pengguna jalan di sekitarnya banyak menyampaikan laporan kepada kami terkait kecelakaan akibat lubang-lubang di ruas jalan dan titik lampu penerangan,” ujarnya, di DPRD Kalsel, Rabu (25/2/2026).
Rosehan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemantauan awal dan dalam waktu dekat berencana meninjau langsung kondisi jalan serta Jembatan Barito, termasuk rencana pembangunan Jembatan Barito II.
Dari hasil temuan sementara, ia menilai perbaikan seharusnya dapat dilakukan dengan cepat apabila Dinas PUPR Provinsi serius menangani persoalan tersebut.
“Menurut saya, jika Dinas PUPR Provinsi benar-benar serius, perbaikan itu bisa diselesaikan dengan cepat. Bahkan setengah hari pun cukup jika memang ada niat untuk memperbaiki,” tegasnya.
Namun apabila belum ada realisasi perbaikan, pihaknya juga mempertimbangkan opsi dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut sebagai solusi sementara.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap menjadi pihak yang paling bertanggung jawab karena ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan provinsi.
Rosehan juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum apabila terjadi pembiaran terhadap infrastruktur yang membahayakan masyarakat.
“Karena ini wilayah anggaran provinsi, maka yang berkompeten menyelesaikan perbaikan adalah Dinas PUPR Provinsi sebagai mitra kami di Komisi III,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, mengingat laporan masyarakat terus berdatangan melalui berbagai kanal, mulai dari WhatsApp hingga media sosial seperti Instagram dan TikTok.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada tindak lanjut nyata dari pihak terkait,” pungkasnya.( YUN)














