JURNALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi kemarau panjang yang diperkirakan mulai terjadi pada Mei menjadi perhatian serius di Kabupaten Pulang Pisau.
Wilayah yang didominasi lahan gambut ini dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga diperlukan kesiapsiagaan sejak dini dari seluruh pihak.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Yoppy Satriadi, menekankan pentingnya langkah antisipatif yang terencana, mulai dari kesiapan sarana hingga peningkatan koordinasi lintas sektor.
“Pastikan semua sudah siap menghadapi kemarau panjang yang kemungkinan besar dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan, kesiapan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat, termasuk pemerintah desa dan relawan dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi titik api.
Selain itu, Yoppy mengingatkan masyarakat, khususnya pekebun dan petani, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena berisiko memicu bencana yang lebih luas.
“Masyarakat diharapkan tidak membakar lahan agar kita terhindar dari bencana karhutla. Semoga kejadian ini tidak kembali terulang di Kabupaten Pulang Pisau,” katanya.
Ia juga mendorong agar sosialisasi terus digencarkan, terutama terkait bahaya karhutla serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan. Menurutnya, edukasi menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.
Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti peralatan pemadam, ketersediaan sumber air, serta personel di lapangan.
Dengan kesiapan yang matang dan sinergi semua pihak, potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pulang Pisau diharapkan dapat ditekan sejak dini.
(Adv/Ded)














