JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Gramedia dan Bank Indonesia akan menggelar Semesta Buku Banjarmasin 2026, sebuah ajang literasi yang berlangsung selama sembilan hari, mulai 27 Juni hingga 5 Juli 2026.
Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Kantor Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Ahmad Yani Km 6,4 Nomor 6, Banjarmasin Timur.
Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan literasi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.
Ia menilai kehadiran Semesta Buku Banjarmasin 2026 dapat menjadi sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan berbagai sumber bacaan berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem literasi di daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami mendukung penuh terselenggaranya Semesta Buku Banjarmasin 2026 yang diinisiasi oleh Gramedia bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya melalui akun resmi perpuspalnam, Rabu (10/6).
Menurut Fathul Jannah, budaya membaca memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, berbagai program dan kegiatan yang mendorong minat baca perlu terus didukung dan diperluas jangkauannya.
“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan minat baca bagi seluruh lapisan masyarakat. Semoga rangkaian kegiatan Semesta Buku ini dapat menjadi pemantik agar budaya membaca semakin tumbuh dan berkembang di Kalimantan Selatan,” katanya.
Selama penyelenggaraan Semesta Buku Banjarmasin 2026, masyarakat akan disuguhkan beragam koleksi buku dari berbagai kategori, mulai dari buku anak, pendidikan, pengembangan diri, hingga literatur umum. Selain itu, sejumlah program pendukung juga akan digelar untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap dunia literasi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan serta memperkuat budaya membaca sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kalimantan Selatan.
(Adv)













