JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Perikanan, upayakan pengembangan budi daya ikan lokal di Kampung Budi Daya Ikan Papuyu, Kecamatan Karang Intan, Kamis (1/7/2021).
Kegiatan ini bertujuan menjalin koordinasi di tingkat sektoral pemerintah daerah dan pemerintah pusat, dalam memperhatikan sektor perikanan yang bisa menjadi faktor pendukung pemulihan ekonomi.
Salah satunya dengan membudidayakan bibit ikan lokal berkualitas terbaik, seperti papuyu sakti, untuk menyejahterakan masyarakat dan menjaga lingkungan alam perairan tetap lestari.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar M. Riza Dauly mengatakan, pihaknya sedang memenuhi kawasan minapolitan, yang teridentifikasi diisi 54 pembudi daya ikan lokal, terdiri dari 23 pembesaran, 21 pembenihan dan pembesaran, serta 10 pembudi daya pembenihan .
“Adapun papuyu budi daya lokal memiliki beberapa kualitas, mulai dari Grade A Rp80.000,00 per kg, Grade B Rp40.000,00 per kg, dan Grade C Rp25.000,00 per kg. Adapun total lahan budi daya ikan seluas 14 hektar, dan untuk produksi rata-rata 500 ribu ekor per bulannya, dengan berat tonase 1 ton per bulan,” ungkapnya.
Dinas Perikanan Kabupaten Banjar juga bekerja sama dengan UPT Balai Perikanan Air Tawar (BPAT) Mandiangin, dalam membantu 1.300 pembudi daya ikan lokal yang terdampak banjir, berupa 1 juta bibit ikan dan indukan ikan patin, papuyu, nila, dan lainnya.
Sekertaris BPAT Mandiangin Andi Artha mengatakan, dalam kesempatan temu koordinasi pengembangan budi daya ikan lokal di Kampung Papuyu ini, perlu dikembangkan potensinya, agar bisa menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi tingkat daerah maupun nasional.
“Tentu dalam pengembangan di sektor perikanan ini, diupayakan bisa meningkatkan ekonomi bagi pembudi daya, maupun juga menjadi salah satu sektor yang membantu pemulihan ekonomi di daerah dan nasional,” pungkasnya.
(Wahyu F/AhmadMT)














