JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Rencana perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-82 RSUD Ulin Banjarmasin yang akan digelar di Jakarta pada 27 April 2026 menuai sorotan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah, kegiatan tersebut dinilai kurang relevan dan memunculkan pertanyaan publik.
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Jihan Hanifa, menyatakan pihaknya kurang sependapat apabila kegiatan tersebut hanya bersifat seremonial.
Ia mengingatkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penggunaan anggaran difokuskan pada hal-hal yang tepat sasaran.
“Dalam kondisi saat ini, kurang relevan jika perayaan dilakukan di luar daerah,” tegas Jihan Hanifa, di DPRD Kalsel, Selasa (21/4/2026).
Jihan mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan RSUD Ulin Banjarmasin dan rencana tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Ia juga menyebut kegiatan itu dirancang bersama Dinas Penanaman Modal dalam bentuk ekspose layanan kesehatan.
Meski mendukung kegiatan yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Jihan menegaskan kegiatan bernuansa seremonial di luar daerah sebaiknya dihindari.
“Kalau hanya seremonial, kurang elok di tengah efisiensi anggaran,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan, jika kegiatan tetap dilaksanakan, RSUD Ulin harus siap menerima konsekuensi, termasuk penilaian dari masyarakat.
Sementara itu, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr. Among Wibowo, menjelaskan perayaan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan untuk promosi layanan dan menarik investasi.
“Ini untuk promosi layanan dan investasi, bukan menghamburkan anggaran,” katanya usai bertemu dengan Komisi IV DPRD Kalsel.
Menurutnya, RSUD Ulin memiliki layanan unggulan dengan dukungan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang mampu bersaing dengan rumah sakit di Pulau Jawa.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin memperkenalkan layanan kesehatan unggulan kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang investasi untuk pengembangan rumah sakit ke depan. (YUN)














